Labels

Kurangi Beban Kota, PKB Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Tangsel

DPC PKB Tangerang Selatan
Rabu, 21 Januari 2026
Last Updated 2026-01-21T08:42:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Persoalan sampah perkotaan yang belum tertangani secara optimal di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang konsisten mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Di tengah keterbatasan armada pengangkut dan daya tampung tempat pembuangan akhir, warga Cluster Maribaya, Vila Dago Pamulang, mengambil langkah nyata dengan mengelola sampah secara mandiri melalui Bank Sampah Gemah Ripah.
Bank sampah yang sempat vakum selama pandemi Covid-19 tersebut kembali diaktifkan dalam enam bulan terakhir sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Meski partisipasi warga masih menjadi tantangan—dari sekitar 150 kepala keluarga, baru sekitar 35 persen yang terlibat aktif—inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis yang sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat yang selama ini diperjuangkan PKB.
Ketua RT 04/20, Yonas Eka Putra, menjelaskan bahwa gerakan pengelolaan sampah mandiri ini bertujuan mengurangi ketergantungan lingkungan permukiman terhadap sistem pengangkutan sampah kota. “Kami berharap sampah, baik organik maupun nonorganik, dapat diselesaikan di lingkungan sendiri,” ujar Yonas, Sabtu (17/1/2026).
Dalam pelaksanaannya, sampah nonorganik dikelola melalui mekanisme bank sampah, sementara sampah organik diolah menggunakan komposter menjadi pupuk. Skema pengelolaan berbasis sumber ini dijalankan sebagai proyek percontohan dengan target dalam satu tahun kawasan permukiman tidak lagi membuang sampah ke tempat pembuangan akhir, sejalan dengan arah kebijakan pengurangan sampah yang terus disuarakan PKB.
Inisiatif warga tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan berupa bantuan 10 unit tong komposter. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat pengolahan sampah organik yang selama ini menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah rumah tangga.
Ketua RW 20, Karyadi, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, Bank Sampah Gemah Ripah dikembangkan tidak sekadar sebagai tempat pengelolaan sampah, melainkan juga sebagai ruang edukasi berbasis komunitas dari hulu hingga hilir.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Perubahan perilaku tidak bisa instan atau dipaksakan, tetapi perlu dibangun melalui sistem yang mudah diterapkan dan konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dari Fraksi PKB, Muthmainnah, menegaskan bahwa langkah warga tersebut sejalan dengan komitmen PKB dalam mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Ia menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan daerah terhadap pengelolaan sampah mandiri berbasis komunitas agar dapat berjalan berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah berbasis komunitas seperti ini merupakan solusi konkret untuk mengurangi beban pengelolaan sampah kota. PKB mendorong agar inisiatif warga mendapat dukungan kebijakan sehingga bisa direplikasi di wilayah lain,” tegas Muthmainnah.


iklan
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl